SAAT GUS MENTERI DAN PEJABAT KEMENDES PDTT MENERBANGKAN LAYANG-LAYANG

06 Oct 2020


Mendes bersama jajaran menerbangkan layang-layang itu karena adanya kegiatan Gebyar layang-layang berbatik (Gelatik) 2020 yang merupakan rangkaian kegiatan Hari Batik Nasional dengan tema Yang Terbaik Yang Terbatik.

Gus Menteri, sapaan akrabnya, terlihat mengenakan baju dan topi batik ketika menerbangkan layang-layang. Tidak hanya Gus Menteri, Ibu Menteri Lilik Umi Nasriyah juga terlihat sangat antusias ketika menerbangkan layang-layangnya.

Meski cuaca cukup terik, menggunakan sarung tangan hitam, Gus Menteri asyik sekali menerbangkan layang-layang itu.

Begitu juga dengan Staf Khusus Mendes PDTT, Abdul Malik Haramain dan Dodik P. Wijaya yang antusias ketika menerbangkan layang-layang.

Selain itu, terlihat juga jajaran Eselon 1 Kemendes PDTT yang ikut menerbangkan layang-layang, seperti halnya Plt Sekjen Kemendes PDTT, Taufik Madjid, dan Dirjen PKP Kemendes PDTT, Harlina Sulistyorini serta Dirjen PDTu Aisyah Gamawati.

Acara Gelatik 2020 ini mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam hal Siaran Langsung Layang-Layang Batik Secara Daring di Tempat Terbanyak.

Gelar layang-layang berbatik ini di selenggarakan secara serentak  di 297 Kabupaten, 33 Provinsi dan melibatkan lebih dari 6000 pendamping desa yang terpusat di Kemendes PDTT.

Dalam sambutannya, Gus Menteri berharap, gebyar layang-layang berbatik dapat menjadi event  tahunan dalam rangka memperingati hari batik nasional.

“Tahun depan, 2 Oktober, kita tetapkan sebagai hari gelatik,” ujar Gus Menteri.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk terus menjaga dan melestarikan budaya lokal Indonesia, utamanya batik.

“Karena batik tidak boleh hilang dari bumi Nusantara, batik adalah warisan nenek moyang kita.” Pungkas Gus Menteri.

Foto: Matin/Humas Kemendes PDTT
Teks: Rifqi/Humas Kemendes PDTT