GUS HALIM: DANA DESA DISALURKAN DI KARANGANYAR CAPAI RP1,08 TRILIUN

19 Aug 2022


KARANGANYAR - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar didampingi Nyai Lilik Umi Nashriyah menggelar silaturahmi dengan Bupati Karanganyar Juliyatmono, Jumat (19/8/2022) petang.

Dalam pertemuan dengan suasana santai itu, menteri yang akrab disapa Gus Halim menjelaskan perkembangan penyaluran Dana Desa di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah hingga tahun 2022.

"Total Dana Desa yang disalurkan di Kabupaten Karanganyar hingga 2022 telah mencapai Rp1,08 triliun untuk 162 desa," kata Gus Halim.

Hingga 19 Agustus 2022, Dana Desa pada tahun ini telah 100 persen disalurkan ke 162 Desa dengan besaran Rp133.083.801.520.

Sedangkan Dana Desa yang dialokasikan untuk program Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp94.107.000.000 yang disalurkan kepada 19.606 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) dialokasikan Rp6.347.582.208 yang mampu menyerap tenaga kerja 13.401 warga. Jumlah itu yang terdiri dari 11.377 pekerja laki-laki dan 2.024 pekerja perempuan.

Rinciannya dari jumlah pekerja itu, sebanyak 8.086 pekerja dari keluarga miskin, 1.723 pengangguran, 372 dari pekerja kelompok marjinal dan 282 pekerja dari keluarga yang miliki anggota sakit kronis.

"Yang menarik, di Karanganyar masih ada 517 yang berasal dari Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) yang memang sebelumnya tidak diakomodasi," papar Gus Halim.

Sementara untuk Desa Aman Covid-19 sebesar Rp13.646.259.654 dan program prioritas desa sebesar Rp18.982.959.657.

Gus Halim juga menyambut positif naiknya Dana Desa pada 2023 mendatang menjadi Rp70 triliun. Sebab keberadaan Dana Desa memang terbukti meningkatkan kualitas desa dan pemulihan ekonomi.

Berdasarkan Keputusan Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kepmendesa PDTT) Nomor 80 tahun 2022, tahun ini terdapat 6.238 desa mandiri, 20.249 desa maju, 33.902 desa berkembang, 9.584 desa tertinggal, 4.982 desa sangat tertinggal.

Ada peningkatan 6.064 desa mandiri dibandingkan tahun 2015 yang sebanyak 174 desa. Sebaliknya, ada pengurangan 32.479 desa tertinggal dan sangat tertinggal.

Selain itu 122 desa sangat tertinggal pada tahun 2015, kini telah melompat menjadi desa mandiri pada tahun 2022.

Diakhir pertemuan, Gus Halim memberikan kenang-kenangam berupa buli SDGS Desa kepada Bupati Juliyatmono.