JAKARTA - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) Budi Arie Setiadi meninjau vaksinasi massal di sejumlah kawasan, Sabtu (7/8/2021). Ia ingin memastikan pelaksanaan vaksinasi di sejumlah kawasan ini berjalan dengan baik.
Wamen Budi Arie mengawali perjalanannya dengan meninjau vaksinasi massal di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Pusat, yang diinisiasi oleh ikatan alumni Kanisius bersama sejumlah mitranya.
Terlihat hadir sejumlah pejabat lainnya di JCC ini, seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto; Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin; dan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Pahala Nugraha Mansyuri.
Tak lama kemudian, Wamen Budi Arie melanjutkan perjalanan dengan meninjau vaksinasi massal di Desa Cigombong Kabupaten Bogor. Setelah itu, ia langsung bertolak untuk meninjau vaksinasi massal di Kota Bogor.
Wamen Budi Arie mengatakan, vaksinasi di kawasan kabupaten/kota penyangga Jakarta perlu dilakukan percepatan, mengingat vaksinasi warga Jakarta telah mencapai 95 persen. Menurutnya, percepatan vaksinasi dilakukan untuk meminimalisir penyebaran covid-19.
(Warga) Jakarta 95 persen sudah divaksin. Kalau kabupaten/kota penyangga tidak segera melakukan percepatan (vaksinasi) akan bermasalah jadinya, ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebanyak 70 juta vaksin covid-19 akan tiba di Indonesia bulan ini. Sementara sebelumnya, terhitung sejak Januari - Juli 2021, sebanyak 90 juta vaksin telah masuk ke Indonesia.
Sehingga pada akhir bulan ini total yang masuk ke Indonesia berjumlah 160 juta vaksin.
Pak Menteri Kesehatan bilang, Januari sampai Juli ada 90 juta vaksin yang masuk ke Indonesia. Agustus ini akan datang 70 juta vaksin. Jadi stok vaksin aman. Tinggal percepatan distribusi dan penyuntikan, ujarnya.
Di sisi lain, Wamen Budi Arie juga mengimbau masyarakat untuk tidak pilih-pilih terhadap jenis vaksin covid-19. Ia menegaskan, bahwa seluruh jenis vaksin covid-19 yang disediakan pemerintah memiliki kualitas yang sama dan telah melalui proses uji klinis.
Vaksin yang datang ke Indonesia itu sudah uji klinis. Vaksin yang paling baik, adalah vaksin yang tersedia, tegasnya.
Foto: Sigit/Humas Kemendes PDTT
Teks: Novri/Humas Kemendes PDTT
