RAJA AMPAT - Ada sebuah pemandangan yang menarik perhatian Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Budi Arie Setiadi saat berkunjung di Kampung Waigama, Distrik Misool Utara, Kabupaten Raja Ampat pada Jumat (4/6).
Usai meninjau taman bacaan desa digital di sebuah Desa yang biasa disebut Kampung Waigama ini, sorot matanya tertuju pada beliho berukuran besar yang berisi nama-nama penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa. Tak hanya BLT Dana Desa, Seluruh anggaran pendapatan dan belanja desa juga dipajang melalui baliho berukuran besar.
Wamen Budi Arie mengapresiasi transparansi dana desa di Kampung Waigama ini. Ia berharap seluruh desa-desa di Indonesia melakukan transparansi dana desa seperti yang dilakukan Kampung Waigama tersebut.
"Saya harap seluruh desa di Indonesia bisa setransparan ini dalam menggunakan dana desa," ujarnya.
Menurutnya, transparansi penggunaan dana desa wajib dilakukan agar penggunaan dana desa dapat diketahui oleh seluruh masyarakat.
Sebab menurutnya, dana desa sepenuhnya milik warga desa yang digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan warga desa.
"Karena dana desa bukan milik kepala desa. Dana desa digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan warga desa," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, penentuan penggunaan dana desa juga harus melibatkan masyarakat desa setempat melalui musyawarah desa. Yang mana musyawarah desa merupakan wadah untuk menyerap aspirasi seluruh masyarakat desa.
"Dana desa prinsipnya adalah dananya milik warga desa, atau pemilik sah dana desa adalah warga desa. Maka proses pembangunan harus transparan dan menyerap aspirasi masyarakat desa," terangnya.
Foto: Wening/Humas Kemendes PDTT
Teks: Novri/Humas Kemendes PDTT
